Sutradara Sergio Rubini menggunakan gaya sinematik yang kering dan dingin—hampir seperti dokumenter. Tidak ada pencahayaan romantis. Rumah-rumah tampak kumuh, langit tampak kelabu. Ini kontras dengan judul film yang berarti "pesta" atau "perayaan".
(1991), atau yang dikenal dengan judul internasional The Raffle la riffa 1991 sub indo
The film unfolded slowly, painfully. Dewi watched men leer, and Francesca drink wine alone, and the sea hit rocks below her balcony. The Indonesian subtitles ran along the bottom: “Aku bukan barang. Tapi mereka hanya mengerti harga.” (I am not an object. But they only understand a price.) painfully. Dewi watched men leer